Assalamu'alaikum
Open Up Your Heart !
Memberi dan menerima, sepertinya sudah menjadi hukum keniscayaan. Siapa pun yang ingin mendapatkan maka dia harus memberi dulu baru mendapatkan.
Kehidupan seperti tabungan bersama, dimana setiap orang harus memasukkan rekening kebajikan ke dalamnya. Setelah itu, baru dia akan mendapatkan keuntungan dari akumulasi rekening bersama. Semakin banyak memberikan kebajikan, maka nanti yang diperolehnya juga lebih banyak.
Allah SWT menganjurkan keturunan Adam manusia semua agar memberikan yang dimilikinya berupa sedekah, charity, donasi, sumbangan, dan sebagainya. Bila manusia memberikannya, Allah SWT akan menggantikannya.
" Berikan, maka kamu akan mendapatkan, " kata-Nya.
Sesungguhnya mental manusia yang suka berderma tidak selalu dikaitkan karena dia berharta lebih. Tidak sedikit orang yang menurut kacamata umum sudah sangat kaya, dia malah sangat bakhil.
Anehnya lagi, mereka yang dilahirkan dan dibesarkan dari keluarga miskin, malah jahat pada orang miskin ketika dia sudah berkuasa dan kaya. Dia sangat kikir, bahkan merampas hak-hak si miskin. Dan banyak terjadi !. Sepertinya dia takut pengalaman getir menjadi miskin terulang lagi ke anak-cucunya. Ironis bukan ?
Wassalamu'alaikum wr. wb.
Sumber : Sulaiman, Tasirun. 2009. 40 Sms dari Rasulullah. Erlangga : Jakarta
selamat datang
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh
jam berapa sekarang
asmaul husna
Tampilkan postingan dengan label 40 sms rosul. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 40 sms rosul. Tampilkan semua postingan
Selasa, 16 November 2010
Minggu, 26 September 2010
Apakah pagi ini kamu sudah memebuat goodwill?
Assalamu'alaikumOpen up your heart !
Niat, tujuan, target dan sasaran adalah hal hal yang memotivasi dan menggerakkan seseorang melakukan tindakan. Bahkan niat, tujuan, target dan sasaran juga ditengarai sebagai suatu hal yang mendorong seseorang berprestasi, get a need of achievement .
Lalu apa perlunya mencanangkan goodwill atau niat baik ?
Niat baik untuk melakukan sesuatu pada pagi hari misalnya, tentu mendorong seseorang melakukan aksi nyata yaitu kebajikan. Contoh sederhana, seseorang hendak berangkat kerja sudah menyediakan uang receh untuk pengamen atau pengemis jalanan. Apakah niat itu kemudian terealisasi ? Belum tentu. Bisa saja ada hal yang menghalangi seperti hari hujan atau kendaraan mengalami kerusakan di jalan sehingga harus membatalkan berangkat bekerja.
Meskipun demikian, niat baik itu ternya sudah dicatat sebagai kebaikan, meski belum terlaksana. Niat itu ternyata sudah menjadi modal atau saham yang bergerak dalam rekening amal kebaikan.
Tapi uniknya, ketika seseorang berniat jahat tapi tidak sempat terlaksana, mungkin akibat orang yang hendak ditipu atau dicelakai tidak ditemukan, rekening kejahatan orang tadi tidak mengalami penambahan.
Lalu apa rahasianya ? Rupanya bahwa kebaikan atau kebajikan adalah amal yang sangat disukai Allah SWT . Meski baru sebatas niat pun sudah dimasukkan dalam rekening amal kebajikan. Bagaimana kalau niat baik itu benar enar bisa terealisasi ?
Allah SWT berjanji akan melipatkan poin kebajikan menjadi sepuluh sampai tujuh puluh kali. Jadi, kenapa tidak memulai dengan hal - hal yang tampak remeh - temeh ini ?
Open up your heart !
Semoga manfaat dan Wassalamu'alaikum .
Rabu, 15 September 2010
Rasulullah : You Are What You Hope
Open Up Your Heart, Open Up Your Mind !
Kalau ada ungkapan bahwa kamu adalah yang kamu pikirkan, you are what you think, maka Allah SWT justru mengajarkan bahwa " kamu adalah apa yang kamu harapkan " .
Lalu apa yang kita harapkan dari Allah SWT ?
Salah satu harapan terbesar orang beriman adalah diampuni dosanya, bukan dikayakan atau dikonglomeratkan.
Sebagai tempat kembali, Allah SWT sudah mendeklarasikan bahwa apapun kesalahan kita, bila kita berharap tulus, maka Ia ampuni.
Pengecualiannya adalah jika terdapat perbuatan syirik, yakni menyekutukan, menduakan Allah SWT dengan yang lainnya, bukan hanya patung atau setan saja, tapi juga dengan istri, anak, dan uang . Selain itu, ada garansi diampuninya dosa .
Bahkan jika seorang hamba meninggal dan membawa dosa sebanyak debu di dunia ( bayangkan kalau seluruh bumi dijadikan debu ) tapi dia tidak melakukan syirik, maka Allah akan mengampuninya .
( sumber : Sulaiman, Tasirun. 2009. 40 Sms dari Rasulullah . Erlangga : Jakarta )
Kalau ada ungkapan bahwa kamu adalah yang kamu pikirkan, you are what you think, maka Allah SWT justru mengajarkan bahwa " kamu adalah apa yang kamu harapkan " .Lalu apa yang kita harapkan dari Allah SWT ?
Salah satu harapan terbesar orang beriman adalah diampuni dosanya, bukan dikayakan atau dikonglomeratkan.
Sebagai tempat kembali, Allah SWT sudah mendeklarasikan bahwa apapun kesalahan kita, bila kita berharap tulus, maka Ia ampuni.
Pengecualiannya adalah jika terdapat perbuatan syirik, yakni menyekutukan, menduakan Allah SWT dengan yang lainnya, bukan hanya patung atau setan saja, tapi juga dengan istri, anak, dan uang . Selain itu, ada garansi diampuninya dosa .
Bahkan jika seorang hamba meninggal dan membawa dosa sebanyak debu di dunia ( bayangkan kalau seluruh bumi dijadikan debu ) tapi dia tidak melakukan syirik, maka Allah akan mengampuninya .
( sumber : Sulaiman, Tasirun. 2009. 40 Sms dari Rasulullah . Erlangga : Jakarta )
Sabtu, 02 Januari 2010
“ Never say give up and be optimistic ! “
“ Never say give up and be optimistic ! “
Open Up Your Heart
Kenapa kita tidak boleh menyerah, never say give up ? Kenapa tidak boleh mudah putus asa ? Sebaliknya, kenapa harus selalu optimis ? Alasannya karena kita adalah orang beriman.
Salah satu keyakinan mendasar yang harus menjadi daya dorong dalam bersikap adalah kesadaran dan keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT sudah mendekritkan kepada diri – Nya akan selalu menyayangi hamba – Nya, juga kesadaran bahwa kasih sayang dan cinta Allah SWT kepada hamba – hamba – Nya itu melebihi kemarahan – Nya .
Cerita orang yang dosanya menyentuh langit di masa Nabi Musa AS dan juga seorang perompak kuburan ( Tomb – Rider ) yang menzinahi mayat wanita pada masa Rasulullah menjadi bukti bahwa Allah SWT itu sangat menyayangi hamba – Nya , meskipun hamba – Nya bersalah dan berdosa.
Mudah menyerah dan putus asa, dinyatakan dalam Al – Qur’an sebagai mentalitas orang kafir.
“ Jangan pernah berdusta dan menghina Allah SWT “
Open Up Your Heart
Bagaimana mungkin kita bisa mendustai atau membohongi Allah SWT ? Tentu saja tidak mungkin.
Bukanlah Allah SWT memiliki 99 sifat kesempurnaan seperti Omnipresent ; Mahahadir ?. Dimanapun kita berada, Allah SWT selalu ada. Bahkan sebuah hadist mengatakan bahwa Allah SWT lebih dekat dari urat yang ada di leher kita. Artinya, Allah SWT benar – benar dekat sekali. Jadi mungkinkah kita mendustai Allah SWT ? Kita juga meyakini kalau salah satu 99 sifat Allah SWT adalah Omniscient ; Maha Mengetahui . Allah SWT, dengan ilmu – Nya yang meliputi segala sesuatu, dapat mengetahui apa saja.
Masih ingatkah kita, kalau seekor semut hitam di atas batu yang hitam dan dalam malam yang kelam saja Allah SWT dapat Mengetahuinya ? .
Lalu, bagaimana dengan menghina Allah SWT ? Bukanlah Allah SWT itu Mahasuci dari segala kekurangan ? Menghina Allah adalah menyekutukan Allah SWT , karena Allah SWT itu tidak bisa diperbandingkan dengan apa dan siapapun . Nothing compare !
Open Up Your Heart
Kenapa kita tidak boleh menyerah, never say give up ? Kenapa tidak boleh mudah putus asa ? Sebaliknya, kenapa harus selalu optimis ? Alasannya karena kita adalah orang beriman.
Salah satu keyakinan mendasar yang harus menjadi daya dorong dalam bersikap adalah kesadaran dan keyakinan yang kuat bahwa Allah SWT sudah mendekritkan kepada diri – Nya akan selalu menyayangi hamba – Nya, juga kesadaran bahwa kasih sayang dan cinta Allah SWT kepada hamba – hamba – Nya itu melebihi kemarahan – Nya .
Cerita orang yang dosanya menyentuh langit di masa Nabi Musa AS dan juga seorang perompak kuburan ( Tomb – Rider ) yang menzinahi mayat wanita pada masa Rasulullah menjadi bukti bahwa Allah SWT itu sangat menyayangi hamba – Nya , meskipun hamba – Nya bersalah dan berdosa.
Mudah menyerah dan putus asa, dinyatakan dalam Al – Qur’an sebagai mentalitas orang kafir.
“ Jangan pernah berdusta dan menghina Allah SWT “
Open Up Your Heart
Bagaimana mungkin kita bisa mendustai atau membohongi Allah SWT ? Tentu saja tidak mungkin.
Bukanlah Allah SWT memiliki 99 sifat kesempurnaan seperti Omnipresent ; Mahahadir ?. Dimanapun kita berada, Allah SWT selalu ada. Bahkan sebuah hadist mengatakan bahwa Allah SWT lebih dekat dari urat yang ada di leher kita. Artinya, Allah SWT benar – benar dekat sekali. Jadi mungkinkah kita mendustai Allah SWT ? Kita juga meyakini kalau salah satu 99 sifat Allah SWT adalah Omniscient ; Maha Mengetahui . Allah SWT, dengan ilmu – Nya yang meliputi segala sesuatu, dapat mengetahui apa saja.
Masih ingatkah kita, kalau seekor semut hitam di atas batu yang hitam dan dalam malam yang kelam saja Allah SWT dapat Mengetahuinya ? .
Lalu, bagaimana dengan menghina Allah SWT ? Bukanlah Allah SWT itu Mahasuci dari segala kekurangan ? Menghina Allah adalah menyekutukan Allah SWT , karena Allah SWT itu tidak bisa diperbandingkan dengan apa dan siapapun . Nothing compare !
Langganan:
Postingan (Atom)